Dialog dengan Habib Tua

Ketika bertandang ke sebuah rumah seorang Habib yang sudah tua. Tiba-tiba dia berkata kepadaku.

“Anakku… yang menghubungkan engkau dan aku adalah akhlaq”…

“Dan yang menghubungkan kita dengan Rasulullah SAWW adalah akhlaq… karena Rasulullah SAWW diutus terutama untuk mengoptimalkan akhlaq nan mulia”

innama bu’itstu li utammima makaarimal akhlaq

——

Dalam permenunganku, maka bukan mazhab teologi apalagi fiqh yang menjadikan kita “selaras” dengan Rasulullah SAWW. Dan secara jelas bagiku, kemudian, bahwa inilah cara mencari frekuensi yang benar… bukan berkutat dengan teologi, kalam, fiqh ataupun teknis-teknis lainnya, apalagi manhaj da’wah, partai politik, dlsb.

Sehingga ketika semua sepakat melepas “detail-detail” itu semua, semua haruslah “legowo” melepaskannya. “kita sama-sama telanjang dan benar-benar bersih, suci lahir dan di dalam batin”.

Lalu ketika meributkan yang detail-detail itu, tidak saja menghabiskan waktu dan tenaga, tapi justru melalaikan yang paling penting, untuk selalu mengaitkan diri kepada Rasulullah SAWW. Hanya melalui syafa’at beliaulah… kita seharusnya.

Semoga kawan-kawan yang sibuk dengan detail untuk segera pulang, dan sumeleh. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s