Manunggaling kawulo gusti

Diekstraksi dari diskusi malam-malam, biasa disebut mujadaban di kalangan kawan2 yang ngangsu kaweruh di TOJ.

II
Manunggaling kawulo gusti secara bahasa artinya hampir sama dengandwitunggal. Bedanya dwitunggal itu setara. Sedangkan di sini ada dua predikat, jadi sifatnya predikatif. Yang pertama adalah Gusti (ma’bud, Tuhan) dan yang kedua adalah kawulo (hamba, ‘abid). Dan keduanya menjadi manunggal, menjadi satu kesatuan yang tidak dipisahkan.

Nah manunggaling kawulo gusti tidak lain dan tidak bukan adalah dua kalimat syahadat (syahadatain). Pada dasarnya dua kalimat ini adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Bahkan seseorang dianggap tidak beriman atau statusnya belum islam (menyerahkan diri) kalau tidak ada keduanya secara utuh.

Artinya ya harus “laa ilaaha illallah” dan “muhammadur rasulullah” sekaligus, tanpa pemisahan.

III
ketika disebutkan “muhammad” yang menunjuk pada sebuah persona paling mulia, cikal bakal jagat raya, dan sumber-sumber ‘aqliyah semesta… kita diharuskan untuk mengajukan “shalawat” agar koneksi kita pada manunggaling kawulo gusti tadi terasa dan terjadi.

innallaha wa malaaikatahu yusholluna ‘alan nabiy
bahkan pun Gusti memberikan sambungan diri-Nya dengan kawulo… sebagai proses timbal balik dalam hubungan saling terkait.

demikian pula jagat langit, dunia atas, dunia para malaikat mencoba mengintegrasikan diri, sehingga bangunan semesta tidak terlepas dari sumber dirinya… nur muhammad.

ya ayyuhalladziina aamanu shollu ‘alaihi wassallimu tasliiman
kemudian keimanan, dalam kemanunggalan kawulo-Gusti tadi, itu sudah seharusnya tidak berhenti… harus dilanjutkan dengan sholawat.

IV
Rasulullah SAWW menguji para sahabat tentang sholawat
Ada yang menjawab, “Allahumma sholli ‘ala Muhammad

Jawab Nabi, “salah, yang benar Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad

kubiarkan catatan ini sebagai rahasia. karena terlalu banyak konspirasi dalam menafsirkannya. terutama dari kalangan Islam garis kebanyakan yang mengubah maknanya menjadi, misalnya, istri-istri Nabi… sebuah kesesatan yang disengaja.

I
seharusnya ini yang pertama, tapi ditulis di akhir…
“Segala puji hanya bagi Allah…” Alhamdulillah… siapakah yang mempunyai nama terpuji jika bukan Ahmad atau Muhammad… nah kan manunggaling kawulo gusti itu dimulai sejak awal.

Demikian

Urutan ini saudaraku adalah password dalam semesta sekaligus password dalam mencapai syafaat beliau. Baru kemudian… bismillah jagat raya dibentangkan dengan rahman dan rahim.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s