Mengapa kamu menghendaki kiamat datang? vs Harapan masih ada, hidup masih panjang…

Tuhan berfirman: “Apakah kamu menghendaki kiamat dipercepat?”

1. Saat ini banyak orang berandai-andai mengenai kiamat akan segera datang.
1.1 Ada yang menggambarkan berbagai bencana yang terjadi sebagai ‘cicilan’ kiamat. Termasuk juga yang menggabung-gabungkan bahwa ini adalah ‘tanda-tanda’ teguran Tuhan, dengan rangkaian-rangkaian ayat-ayat dengan tafsir tertentu.
1.2 Ada yang meramal kiamat 2012 dengan kalender Maya dan data-data astronomis, termasuk tumbukan meteor dan benda langit yang besar
1.3 Ada yang menggambarkan tanda-tanda yang sudah terjadi hari kemarin dan hari ini (soal Dajjal, soal kerusakan jaman, soal Gog Magog, soal Matahari terbit dari Barat, tanda ini dan itu, dst)
1.4 Ada yang menceritakan, mengikuti, dan tidak sekedar mencari karena telah banyak yang mengaku sebagai atau diakui sebagai atau mengaku dan diakui sebagai Imam Mahdi, Pemimpin Akhir Jaman
1.5 Ada yang tahu dan terlibat kelompok-kelompok yang ingin selamat, entah mengikuti seorang Imam Mahdi ataukah kepemimpinan yang lain, juga dengan dalih “ghuroba”, atau dengan praktek-praktek tertentu yang seolah menyiapkan diri menghadapi kiamat.

Dalam “Law of Attraction” digambarkan bahwa kata-kata kita… akan ‘menarik’ untuk terjadi. Jadi sebetulnya yang dilakukan orang-orang dari 1.1 ke 1.5 memanglah ‘menarik’ kiamat untuk datang. Kecuali kita mengganti ‘tarikan’ tersebut.

2. Film-film Hollywood sudah sering menggambarkan kiamat… tetapi selalu diakhiri dengan harapan, bahwa ternyata kiamat tidak hari ini/itu. Ini adalah modus untuk ‘mau’ mengganti kata-kata penarik menjadi ‘harapan’. Saya kurang tahu dengan film 2012, apakah masih ada harapan itu ataukah hanya heroismenya saja (ketahuan belum nonton *kalo dah nonton ntar diedit). Tapi mengembalikan harapan sangat penting dalam konteks Law of Attraction.

3. Mungkin tulisan ini belum merangkum kesemuanya. Cuma mo bersaran diri bahwa yah…
3.1 kita harus membangun harapan, bahwa masa depan masih panjang dan kita bisa berbuat sesuatu bagi perbaikan dan kemanusiaan.
3.2 kita tidak hanya berharap yang terbaik untuk semua, kita akan melakukan yang terbaik untuk semua. itu saja.
3.3 kiamat harus diubah sebagai kaidah reflektif bahwa selalu ada kesempatan memperbaiki diri, kembali berorientasi pada Sumber, sebagaimana pesan-pesan abadi yang selalu dikumandangkan para nabi dan orang-orang suci. Kita mengikuti jalan para Nabi itu, berorientasi pada Sumber dan kemunculan berkala untuk memperbaiki kerusakan.

Demikian

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s