Catatan mengenai Mencari Pengetahuan/Ilmu (a.ka Belajar)

Dalam diskursus Al Quran, ada kelompok orang yang berpengetahuan yang disebut Ulil Albab. Secara umum definisi yang dikenali masyarakat sekarang adalah mereka yang menyatukan IMTAQ (Keimanan dan ketaqwaan) dan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi.

Seorang kawan mengingatkan saya bahwa dalam mencari pengetahuan, tidak mungkin tidak, ada spiritual event yang akan ditemui. Dia mencontohkan ketika seseorang tekun mengkaji Albert Einstein, dapat bertemu dengan Einstein dalam keadaan sadar dan seolah-olah berguru langsung dengan Einstein.

Pengetahuan dapat dicari dengan ketekunan belajar disertai tindakan-tindakan yang bisa disebut asketik atau tirakat. Ketika mahasiswa saya melihat banyak orang melupakan makan dan minum untuk belajar, ada orang yang begadang untuk belajar, ada orang menyendiri untuk belajar. Ini tindakan normal dan “fitrawi” untuk mendapatkan pengetahuan dari apa yang dipelajari. Padahal dari sinilah kita dapat menorehkan metode belajar yang intens.

Belajar haruslah disertai tindakan-tindakan asketik (tirakat) yang terdiri dari 2 hal

1) Melalaikan kenikmatan duniawi (zuhud)

Zuhud adalah sebuah konsentrasi tindakan untuk sejenak atau terus menerus melalaikan kenikmatan duniawi dan melepaskannya dari tindakan sehari-hari. Secara umum ada 3 tindakan yang dilakukan dalam upaya melalaikan kenikmatan duniawi ini:

1.1 Bersendiri atau uzlah. Ini menghilangkan kenikmatan bersosialita, kenikmatan pergaulan, cengkrama, canda, tukar pikiran, dan juga berhubungan/berkontak kepada dunia.

1.2 Menahan lapar dan dahaga atau puasa atau shiyam. Segala kenikmatan dari makanan/minuman (termasuk juga seks) juga ditahankan agar kita membersihkan diri dari anasir-anasir dan fokus pada apa yang dipelajari.

1.3 Konsentrasi penuh atau meditasi atau zikir/wird. Pada bentuk-bentuk tertentu dengan seperti meditasi dan tekun fokus belajar. Secara umum adalah kita diam saja untuk konsentrasi pada apa yang dipelajari

2) Berkonsentrasi dalam latihan terus menerus (riyadhoh). Pengetahuan juga membutuhkan latihan-latihan, uji coba soal, case study, percobaan, yang dilakukan terus menerus dengan tekun. Tekun adalah keharusan dalam latihan. Pantang menyerah, kesuksesan sementara sebagai istirahat, maju terus, dan lain-lain adalah buah dari himmah, atau tekad, yang harus diejawantahkan dalam latihan.

Spiritual event adalah semacam karomah atau kemuliaan bagi penempuh pencari ilmu. Termasuk kemudahan-kemudahan yang didapatkan dalam proses ini.

Wallahul musta’an

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s