Mengenal Jama’ah, etnis Arab di Nusantara

Siapa bilang bergaul dengan etnis Arab sulit? Kamu bisa membuat mereka terkesan dan respek. Kamu mampu membuat mereka welcome dan mengandalkan diri kamu. Tidak sulit kok mempelajari karakteristik unik Orang Arab. Ditambah beberapa tatakrama Arab agar tune-in. Lalu disempurnakan dengan sajian makanan dan minuman favoritorang arab .

Perhatikan kunci kunci rahasia berikut ini – ini saya pelajari sebagai WNI berayah turunan Arab – Perancis dan beribu Sunda tulen. Ini khas Arab Indonesia:

1) Orang Arab gemar mengucapkan bahasa agama

Ini dia yang utama:

“Assalamualaikum” sebagai sapaan.

“Alhamdulillah” jika bersyukur.

“Masya Allah” jika heran.

“Subkhanallah” jika kagum.

“Khair” untuk keadaan baik.

“Khoyir” untuk sebutan kepada orang baik-baik.

“Astaghfirullah” jika menyesal.

“Allahu Akbar” untuk memberi semangat.

“Innalillahi…” jika kehilangan.

“Nauzubillah min zalik” jika mengutuk.

“Mabruk” untuk ucapan selamat.

“Syukron” sama dengan terima kasih.

Itu dia kosa kata yang perlu dihapal maka sering seringlah gunakan ketika bergaul dengan Orang Arab agar disambut sebagai saudara. Di Indonesia sangat populer juga kosa kata di bawah ini. Ingat, ini khas Arab Indonesia:

“Alafu” = Maaf,

“Ana” = Saya,

“Ente” = Kamu,

“Shohib”= Sahabat,

“Fulus” = Uang,

“Tajir” = Kaya,

“Bahlul” = Bodoh,

“Mahrum” = Gila,

“Akhwal” = WNI asli,

“Baudeh” = Cina,

“Arbi”= Arab,

“Asgar” = Aparat,

“Hukumah” = Pemerintah,

“Syarig” = Maling,

“Kharrat” = Bohong,

“Yahannu” = Pura-pura,

“Hayya/haiya” = Malu,

“Mrakbal” = Jelek,

” ‘Aal” = Bagus,

“Regud” = Tidur,

“Zuad” = Nikah,

“Hawi/Hawian” = Pacar/pacaran,

“Hamlah”= Hamil,

”Balas” = Gratis,

“Halasy” = Cuek,

“Bet/Bait” = Rumah,

“Bé” = Jual.

Lalu ini juga:

“Harim” = Perempuan,

“Rejal”= Laki-laki,

“Umi” = Ibu,

“Abi/abah” = Ayah,

“Ami” = Paman saudara ayah,

“Khal” = Paman saudara ibu,

“Ameh”= Bibi saudara ayah,

“Khaleh” = Bibi saudara ibu,

“Jid” = Kakek,

“Jiddah” = Nenek.

2) Orang Arab Gemar Bersalaman

Minimal satu kali sehari. Wajib salaman ketika bertemu dan ketika berpisah. Yang muda cium tangan kepada yang tua. Bila akrab disertai peluk cium pria dengan pria, wanita dengan wanita.

3) Orang Arab Hobi minum Teh Kental Manis (”Syahi”)

Jika Anda jadi tuan rumah segera hidangkan syahi sebagai tanda welcome kepada tamu. Atau kopi kental (”gahwa”), tapi hanya sedikit perempuan suka gahwa.
Ingat, Orang Arab BENCI teh asrep (tanpa gula) dan teh encer. Lebih baik kasih air putih daripada bikin mereka sewot (”gahar”) karena disuguhi teh asrep ataupun teh encer. Jangan lupa jika teh/syahi sudah habis dari cangkir harap dituang lagi yang penuh. Kalo tidak maka Anda akan dicap “bakhil” (pelit/medit).

3) Orang Arab Gemar Daging Kambing

Sate kambing dan sop kambing (”marag”) adalah lauk favorit. Percayalah, selezat apapun sate/sop ayam tidak mempan untuk membuat Orang Arab terkesan. Doyannya Sate Kambing bumbu kecap, bukan bumbu kacang.

4) Orang Arab Tergila-gila Buah Durian (Duren)

Kalo tidak percaya silakan bawa satu karung duren ke rumah aku, di jamin dalam tempo singkat akan ludes karena orang arab sanggup makan buah duren hingga 3 buah (berat masing-masing 5 kg) per orang. Semahal apapun buah anggur tidak mampu menggantikan selera lidah Arab.

5) Orang Arab Marah Jika: Islam dipertanyakan, Ibu dikritik dimuka umum, anak laki tidak diutamakan, orang tua tidak disantuni anak.

6) Orang Arab Yakin: Bangsa Arab adalah yang terunggul di dunia, dan yakin Bahasa Arab adalah bahasa paling sempurna.

7) Orang Arab Benci: Yahudi, Atheis, dan praktek dukun santet, serta nujum/peramal nasib.

8) Orang Arab Percaya Penuh Setelah Terjadi Muamalat

Anda meraih kepercayaan Orang Arab setelah terjadi transaksi dagang atau urusan uang (muamalat). Jika beres Anda dipercaya dalam segala urusan. Jika tidak beres hanya jadi teman bicara, tidak lebih.

9) Orang Arab Tabu: Pegang pantat orang lain, tapi tidak tabu pegang kepala orang lain yang sudah akrab.

10) Orang Arab Gemar: Memuliakan tamu, gemar bicara blak-blakan, gemar ngumpul dan ngobrol, gemar pakai sarung, gemar bisnis, gemar berpetualang, gemar jalan-jalan, gemar makan enak, gemar pakai parfum/wewangian, gemar musik Gambus-Melayu-India ( yang tua-tua), suka nekad.

Sebagai tambahan dari karakteristik tersebut di atas, Orang Arab Indonesia tidak suka sebutan “Wan Abud” kepada lelaki Arab walau hanya bercanda. Tidak suka film/sinetron/acara Teve  Indonesia yang menggambarkan kebodohan/kekonyolan lelaki Arab walau hanya bercanda. Karena pada umumnya sensitif dengan pencitraan.

Nah, setelah kamu pelajari semua itu lalu dipraktekan dengan bergaul bersama orang keturunan arab, jika kamu punya akun Twitter follow saja @JammaahClub yang merupakan komunitas keturunan arab – Indonesia terbesar dan dalam tempo singkat kamu akan jadi “saudara” orang Arab. Siapapun kamu. Asal pandai membawa diri ketika berada di lingkungan keturunan Arab. Dengan catatan mayoritas karakteristik Orang Arab Indonesia seperti tsb di atas tadi. Kurang lebih begitu.

Sekali Anda dianggap saudara maka Anda akan dibela mati matian. Prinsip Orang Arab mengatakan: “Jika anda berbuat baik kepada kami, maka kami akan membalas dengan yang lebih baik lagi kepada anda“. Maka tak salah dong ketika Nabi Muhammad bersabda bahwa jika kamu ingin menaklukkan bangsa lain pelajari dulu bahasa dan budaya orang Arab. Bener nggak sih?

What You Say About Others Says a Lot About You, Research Shows

http://www.sciencedaily.com/releases/2010/08/100802165441.htm

ScienceDaily (Aug. 3, 2010) — How positively you see others is linked to how happy, kind-hearted and emotionally stable you are, according to new research by a Wake Forest University psychology professor.

“Your perceptions of others reveal so much about your own personality,” says Dustin Wood, assistant professor of psychology at Wake Forest and lead author of the study, about his findings. By asking study participants to each rate positive and negative characteristics of just three people, the researchers were able to find out important information about the rater’s well-being, mental health, social attitudes and how they were judged by others.

The study appears in the July issue of the Journal of Personality and Social Psychology. Peter Harms at the University of Nebraska and Simine Vazire of Washington University in St. Louis co-authored the study.

The researchers found a person’s tendency to describe others in positive terms is an important indicator of the positivity of the person’s own personality traits. They discovered particularly strong associations between positively judging others and how enthusiastic, happy, kind-hearted, courteous, emotionally stable and capable the person describes oneself and is described by others.

“Seeing others positively reveals our own positive traits,” Wood says.

The study also found that how positively you see other people shows how satisfied you are with your own life, and how much you are liked by others.

In contrast, negative perceptions of others are linked to higher levels of narcissism and antisocial behavior. “A huge suite of negative personality traits are associated with viewing others negatively,” Wood says. “The simple tendency to see people negatively indicates a greater likelihood of depression and various personality disorders.” Given that negative perceptions of others may underlie several personality disorders, finding techniques to get people to see others more positively could promote the cessation of behavior patterns associated with several different personality disorders simultaneously, Wood says.

This research suggests that when you ask someone to rate the personality of a particular coworker or acquaintance, you may learn as much about the rater providing the personality description as the person they are describing. The level of negativity the rater uses in describing the other person may indeed indicate that the other person has negative characteristics, but may also be a tip off that the rater is unhappy, disagreeable, neurotic — or has other negative personality traits.

Raters in the study consisted of friends rating one another, college freshmen rating others they knew in their dormitories, and fraternity and sorority members rating others in their organization. In all samples, participants rated real people and the positivity of their ratings were found to be associated with the participant’s own characteristics.

By evaluating the raters and how they evaluated their peers again one year later, Wood found compelling evidence that how positively we tend to perceive others in our social environment is a highly stable trait that does not change substantially over time.